Salah satu aspek penting dalam kehidupan kita, yakni kegiatan pertanian. Satu diantaranya adalah pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture) sebagai pengelolaan sumber daya untuk usaha guna membantu mencukupi kebutuhan manusia.

Tak hanya sebatas itu saja, melainkan juga dapat mempertahankan serta meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam yang ada. Untuk mencapai sistem pertanian semacam ini, perlu berbagai upaya.

Seperti penggunaan energi sedikit mungkin, pembelian hasil pertanian atau produk lokal yang lebih luas, lebih sedikit bahan pangan terproses dan lain sebagainya.

Pertanian Berkelanjutan, Pengertian, Konsep, dan Contohnya

pexels .com

Pertanian Berkelanjutan, Pengertian, Konsep, dan Contohnya

Sustainable Agriculture sendiri merupakan implementasi dari konsep pembangunan yang berkelanjutan pada sektor pertanian. Sistem pertanian semacam ini memberikan dampak yang sangat penting.

Salah satunya adalah mengembalikan nutrisi ke dalam tanah dengan meminimalisir penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Seperti gas (sebagai bahan baku pupuk), hingga mineral (seperti fosfor).

Konsep Pertanian Berkelanjutan

Konsep dari pembangunan sistem pertanian ini berorientasi pada tiga dimensi. Pertama, yakni kehidupan sosial manusia, keberlanjutan ekologi aam, atau pilar triple p.

Selain itu, konsep pertanian ini juga berkaitan dengan dimensi sosial yang merupakan orientasi kerakyatan. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap kesejahteraan sosial yang tercermin oleh kehidupan sosial yang harmonis.

Dengan begitu, konflik sosial dapat kita cegah. Begitu pula dengan preservasi keragaman budaya maupun modal sosial budaya.

Kemudian, konsep pertanian ini juga berpengaruh pada dimensi lingkungan alam yang dapat menekan kebutuhan terhadap stabilitas ekosistem alam. Hal ini mencakup sistem kehidupan biologis serta materi alam. Selain itu, dalam hal ini juga mencakup keragaman hayati yang terjaga dan terpelihara.

Contoh Pertanian Berkelanjutan

Seiring dengan berkembangnya teknologi, contoh sistem pertanian ini sudah banyak kita jumpai. Setidaknya, ada tiga contoh umum dari pertanian ini.

Salah satunya, pengendalian hama terpadu, yang mana menggunakan musuh alami dari hama tersebut dan tidak menggunakan obat-obatan kimia. Sebagai contoh, hama tikus dengan menggunakan ular sebagai predator atau musuhnya.

Kemudian, contoh lainnya yakni sistem rotasi dan budidaya rumput. Hal ini merupakan kegiatan menanam rumput untuk kita berikan kepada hewan ternak di lahan pertanian.

Hal ini juga dapat memberikan keuntungan, seperti ternak yang tumbuh menjadi lebih sehat, lahan pertanian menjadi subur karena mendapatkan pupuk alami dari kotoran ternak tersebut.

Contoh lainnya yakni tanaman pelindung. Tanaman pelindung merupakan kegiatan menanam tanaman yang dapat menjaga lahan tanah tetap terjaga kualitasnya, nutrisi, dan terhindar dari bahaya longsor. Sebagai contoh, menanam semanggi ketika akhir musim tanam sayur dan lain sebagainya.

Pertanian berkelanjutan merupakan salah satu cara bagi kita untuk melestarikan lingkungan. Dengan begitu, dampak dari kerusakan lahan akibat peralatan dan bahan pertanian, dapat kita minimalisirkan.}